Ayam Goreng

Rintik air dari langit membasahi bumi.

Malas beranjak, enggan kuyup.

Tak lama, sayup suara familiar terdengar dari kejauhan.

Terbayang vespa putih yang dikaitkan triplek horizontal di sampingnya, diberi pagar kecil di sekelilingnya.

Tergopoh – gopoh aku melenggang keluar kamar.

Benar, dia pulang.

Tercium aroma ayam goreng yang cukup mewah bagiku.

Dia tersenyum lebar, kamipun sumringah.

Setelah mengeringkan diri, dia bergabung bersama kami.

Menikmati ayam goreng hangat yang ia bawa pulang.

Sambil menonton acara kesayangan.

Lebih dari tujuh belas tahun kemudian, momen sederhana itu menjadi memori paling indah yang selalu kukenang.

Tak tahu apakah dia masih ingat atau tidak.

Yang jelas, sekarang dia tahu apa yang aku rasakan untuknya.

Sebab… Saat ini, dia bisa melihatku dari suatu tempat yang tak kuketahui.

Sebab… Dia sudah pulang.

—–

Bogor, 18 April 2022

Leave a comment