Teluk

Hari ini tampak cerah.

Kuabadikan keindahan Sang Maestro dengan netraku yang masih sehat.

Dengan mobil hijau Rolls-Royce, aku melaju kencang tanpa hambatan menuju teluk negeri.

Angin menyapa rambut pendekku dengan lembut.

Sinar matahari menyinari kulitku yang kuning.

Sabana dan perbukitan yang kulewatipun tak luput membuatku tersenyum.

Setiba di teluk, kukeluarkan semua perkakas kebahagiaanku.

Alam menyambutku dengan sukacita.

Sambil mendengar musik instrumental, aku larut dalam imajinasi.

Kumenari, mengeluarkan toksin depresi dari pikiranku.

Kupejamkan mata, membayangkannya ada di sini bersamaku.

Tertawa bersama dalam khayalan.

Hingga topi anyamku terbang ke laut lepas yang biru jernih.

Untuk sesaat, aku merasakan grandiose dalam diri.

Hei, tak apa, teluk ini ada di tepi semestaku.

Aku adalah pusat semestaku.

Jadi, aku hanya gila untuk diriku sendiri.

Namun, aku suka.

Aku suka menjadi diriku.

Agar esok, aku siap menjadi diriku yang lainnya.

—–

Bogor, 9 Juni 2022

Leave a comment