
Jalur orbit semestaku penuh dengan jutaan gelembung ekspektasi.
Ekspektasi yang membuatku lelah, karena peluangnya sangat kecil, bahkan hampir tak ada.
Tak bisa menyalahkan siapapun juga, karena aku dalam posisi yang sangat tidak menguntungkan.
Ingin kusudahi saja permainan ini, tetapi aku sudah terlanjur basah dalam kubangan lumpur.
Tak ayal, aku menikmati setiap dentuman detak jantung yang berdegup kencang mengiringi sensasi yang menegangkan.
Mungkin aku adalah manusia paling buruk yang pernah ada.
Sebab beraninya menghirup dosa layaknya oksigen.
—–
Bogor, 22 Juni 2022