Delusi

Pasang surut kulalui gelombang rasa ini.

Memekikkan nama indah di balik wujud yang entah nyata apa tidak.

Delusi diri yang tercipta menjalin asmara dengannya yang tak bisa kusentuh.

Hanya pikiranku yang bekerja rodi, menerima sinyal hati yang mendobrak kokohnya logika yang telah kubangun bertahun – tahun.

Rapuh dalam imajinasiku sendiri.

Mengisi energipun tertatih – tatih, menjelma menjadi tubuh yang lemah tak berdaya.

Hilang sudah harga diri yang harusnya aku pegang teguh.

Aku menawarkan diri untuk meraih genggamannya.

Kamu tahu mengapa?

Sebab aku sudah terjerat olehnya.

Setidaknya… untuk saat ini.

—–

Bogor, 24 Juni 2022

Leave a comment