Reverie ~ Claude Debussy

Udara pagi pedesaan ini menggetarkan epidermis kulitku.

Oksigen terasa sesak di paru – paru, mengalirkan kehidupan pada tubuh yang gersang ini.

Sepeda yang telah kuhias bunga daisy di keranjangnya, kunaiki perlahan menyusuri jalan setapak yang sunyi.

Lika – likunya membawaku ke hamparan padang ilalang di antah berantah.

Kutinggalkan sepedaku, dan membaur bersama lambaian ilalang yang berirama tersapu angin.

Berputar – putar, meresapi euforia cinta yang menggebu – gebu terhadap diriku yang rapuh.

Memeluk raga tangguhku yang selama ini membaluti luka di dalamnya.

Hingga kepalaku memekik dan segalanya meredup.

—–

Bogor, 12 Juli 2022

Leave a comment