
Permen kapas hijau muda yang sudah kulirik sejak tadi, kini ada di genggamanku.
Sudah kulahap habis saat setengah putaran, wahana ini melaju pelan sekali.
Kerlap – kerlip cahaya kota menghiasi malam yang pekat.
Kuresapi melankolitas diri yang menaungi sukma.
Hadirnya dirinya di hadapanku, membuat senyumku merekah.
Kupandangi dirinya yang terus berbicara tanpa henti.
Hingga ia tersenyum dan menyentuh pundakku.
Aku harus segera turun.
—–
Bogor, 16 Juli 2022