
Tempatku berkeluh kesah tanpa takut dihakimi.
Tempatku menuai rindu yang tak terbalas.
Tempatku mencintai dia yang tak bisa kusentuh.
Tempatku menuang gelisah yang tak menentu.
Tempatku meresapi melankolitas diri yang selalu datang tanpa diundang.
Tempatku menuju destinasi yang belum bisa kujamah.
Tempatku berkreatifitas merangkai syair yang indah.
Tempat bagi ide gilaku berpustaka.
Tempatku membentuk seni tak berguna tetapi menggetarkan bagi yang memaknainya.
Tempatku menari riang di ruang alam yang belum kuhampiri.
Tempatku mencumbu kasih yang tak bertuan.
Tempatku merasakan grandiose dalam penghambaan diri.
Tempatku menggantungkan mimpi – mimpi yang akan kuraih walau entah kapan.
Tempatku menangis pilu menyikapi durjana buana.
Tempatku merenungi kesalahan bodohku terhadap spesies sejenisku.
Tempatku berdialog pada seseorang imajiner.
Tempatku mengenang memori manis masalalu.
Tempatku mengutarakan semua perasaan yang kumiliki.
Berproses dari imajinasi, bermuara ke utopia.
—–
Jakarta, 17 Juli 2022