
Sepertinya ego begitu melambungkan citra diri di hadapan sekitar.
Merasa berkuasa dan tak terkalahkan.
Merendahkan semua orang yang dirasa tak setara.
Menghina sipitnya penglihatan Asia Timur, pun masih berkutat pada ciptaan digital mereka.
Mengejek legamnya kulit yang bermelanin banyak.
Menertawakan aksen bicara yang unik dan berbeda.
Merasa paling menderita di muka bumi ini, pun di sekelilingnya tak banyak yang bisa menikmati hari sesantai dirinya.
Mengira bahwa egonyalah yang paling terluka akibat lidah tajam yang sebenarnya menguji sejauh mana empatinya.
Merasa paling ikhlas dalam melakukan segala hal, pun tetap dihitung seberapa besar pengorbanannya.
Cih!
Dasar hipokrit!
Kau sama saja denganku, sialan!
Akuilah kekuranganmu!
Kau hanya tampak menjijikkan karena menutupi busuknya niatmu.
Berempatilah sedikit, kau takkan rugi.
Kecuali kau telah bermetamorfosa menjadi spesies lain, aku akan maklum.
—–
Bogor, 31 Juli 2022