
Aku adalah refleksimu.
Sebagaimana kau bersikap, hal yang sama akan kuberikan juga padamu.
Tak kurang, tetapi bisa lebih sedikit.
Kau baik padaku, aku akan baik padamu.
Kau jahat padaku, aku akan jahat padamu.
Atau ketika aku sudah kewalahan menyikapimu, aku akan menghapusmu dari duniaku.
Seolah kita tak pernah mengenal satu sama lain.
Adil, bukan?
Sebab aku harus menyelamatkan diriku dari sikapmu.
Lalu, apakah aku egois?
Tentu saja!
Sebab aku mencintai diriku sendiri.
Lalu, apakah dirimu tidak egois?
Coba renungkanlah jika kau punya hati.
Jika tidak, cobalah transplantasi hati.
Setidaknya, setelah itu, kau bisa sedikit berempati.
—–
Bogor, 31 Juli 2022