Pasien Cilik

Kepada para manusia asing yang hanya terpisahkan oleh tirai tipis denganku.

Aku tahu, bagaimana gelisah menjalar di pikiran kalian.

Aku tahu, bagaimana kekhawatiran kalian menjadi – jadi saat pertama atau kesekian kalinya menginjak bangunan ini.

Aku tahu, bagaimana makhluk kecil yang berstatus ‘pasien’ menjadikan tubuh kalian berdiri seperti zombie; lunglai karena kurang tidur berhari – hari.

Aku tahu, bagaimana waktu demi waktu terasa begitu lama di bangsal rumah sakit.

Aku tahu, bagaimana rumah menjadi tempat yang begitu dirindukan.

Namun, kalian perlu tahu.

Aku ingin meminimalisir penularan penyakit dari dan ke ruangan ‘bagianku’.

Aku ingin meminimalisir waktu bermain pasien, sebab mereka lebih butuh banyak istirahat, agar sembuh.

Aku ingin meminimalisir waktu berinteraksiku dengan orang lain, termasuk kalian, sebab baik aku maupun kalian membutuhkan banyak istirahat, agar tetap fit dan waras dalam mengurus pasien dan mengobrol dengan penjenguk.

Aku ingin meminimalisir ‘rasa keberatan ingin pulang’ yang mungkin akan dimiliki para pasien cilik ini, akibat ‘saling’ memiliki teman baru.

Sebab, kita ditakdirkan bersebelahan di bangsal rumah sakit ini, untuk waktu yang hanya… sebentar.

Dan, aku berharap, semoga kita takkan bertemu lagi di rumah sakit manapun.

—-

Bogor, 6 Februari 2025

Leave a comment