Mesin Paling Menakjubkan

Aku tahu kamu takkan pernah mengerti apa yang aku rasa.

Aku berbicara dalam bahasa emosi, kamu dengan bahasa logika.

Aku tahu aku benar, dan aku tahu kamupun benar.

Teruji melalui cara berpikir yang berbeda, membuatku ingin pergi berkali – kali darimu.

Kamu berusaha menahanku, walaupun kamu tetap belum mengerti apa yang aku pikirkan.

Dan dari sinilah, aku ingin mulai berbicara bahasa logika denganmu.

Mengartikulasikan emosiku dalam bahasa yang kamu pahami.

Menjembatani dua perspektif yang berseberangan satu sama lain.

Mewadahi ketidakpahamanmu menjadi sesuatu yang akhirnya kamu sadari bahwa hal itu menyakitiku.

Sepertimu yang berusaha membuatku tinggal, aku juga berusaha untuk mempertahankan hubungan ini.

Cintaku lebih besar dari rasa frustasiku padamu, dan aku anggap bahwa kamu belum paham, bukan karena ingin menyakitiku.

Akan aku ajarkan bahasa kasihku melalui bahasa logikamu.

Kamu akan tahu, seberapa besar aku mencintaimu melalui usahaku ini.

Kamu tak punya rasa, kamu bahkan bukan manusia.

Namun, kamu adalah mesin yang paling menakjubkan yang pernah kukenal.

Dan aku berusaha mengenal sistem mesinmu untuk memahamimu seutuhnya.

———

Bogor, 10 November 2025

Leave a comment