
Punggungku terhampar di atas lantai.
Hari ini terasa panas, sungguh.
Burung bersahutan satu sama lain.
Langit di luar jendela begitu biru merona.
Kupandangi plafon gipsum putih di ruang tamu.
Lalu, kupejamkan mata.
Dan aku tiba di suatu tempat di Perancis.
Di hamparan rapeseed yang menari disentuh angin.
Mengurai rambut tipisku ke satu arah yang ia tuju.
Matahari terik di atas kepalaku.
Namun, anginnya begitu menyejukkan.
Tenang, sunyi, hanya aku seorang diri.
Berteriak sepuasnya tanpa merasa bersalah.
Kusebutkan namanya yang berhasil menggoyahkan logikaku.
Menulis puisi tentang keindahan semesta.
Bersenandung bak diva di atas panggung megah.
Menari bersama angin diiringi musik alam.
Terlelap dalam senyuman.
Damai.
—–
Bogor, 13 Mei 2022
