
Haruskah aku meninggalkan potongan roti di tanah tandus ini?
Membiarkanmu mengikuti jejakku ke gurun tak bernama?
Walaupun aku tahu itu mustahil terjadi, aku sedikit berharap kamu datang.
Setidaknya, sapalah aku dari fatamorgana.
Bawakanku air dari oasis yang tak pernah ada.
Penuhilah dahaga rinduku pada ilusi dirimu di pustaka pikiranku.
Jadi, bersediakah kamu?
Atau kumakan saja remah jejak ini?
—
Bogor, 4 Oktober 2022