Seni

Seni yang tercipta berasal dari hati – hati yang patah.

Seni yang tergurat berasal dari kegelisahan pikiran yang tersapu melalui jari jemari.

Seni yang terukir berasal dari imajinasi tak terbatas, yang terlampiaskan melalui lihainya tangan.

Seni yang tertulis berasal dari trauma masalalu yang menghantui selama beberapa dekade.

Sepertinya, semua orang menyukai hadirnya seni.

Namun, tak semua orang bisa menciptakan seni yang utuh dan dalam.

Dan aku, sebagai orang sombong yang tak pernah menunjukkan siapa diriku yang sebenarnya ini, akan terus membuat karya seni yang tak berguna.

Kupersembahkan untuk diriku yang telah bertahan sejauh ini.

Bogor, 3 Desember 2022

Leave a comment