Tawa

Tak peduli seberapa banyak warna di taman itu, tetap kelabu yang terlihat.

Tetap dengan nuansa kelam, terpaku pada sudut cakrawala yang entah di mana ujungnya.

Sudah lama tak hidup, lama sekali.

Kotak itu usang bagai benda antik yang sudah seharusnya ada di tempat sampah.

Salah?

Tidak.

Hanya saja, frekuensi itu terlalu lemah untuk menerima sinyal di sekitarnya.

Sebab semuanya sama.

Membosankan dan kaku.

Butuh sinyal yang meledak – ledak, berenergi, konstan, aneh dan berbeda, untuk mengaktifkan kembali radar yang telah lama pupus di tanah buana.

Memang, pernah lewat sepintas lalu.

Sayangnya, tak menetap, hanya memberi kejutan manis di depan pintu.

Lalu, sampai kapan semuanya harus kelabu seperti ini?

Sampai kapan tawa ini terpendam di alam bawah sadar?

Bogor, 2 Agustus 2023

Leave a comment