
Lihatlah, betapa lembaran buku manapun takkan cukup untuk menceritakan semua peristiwa di semesta ini.
Buku hanyalah sebuah fiksi yang berakhir dengan misteri.
Misteri dari lapisan waktu yang telah terpatri pada kehidupan.
Misteri tentang kelanjutan cerita, atau kemungkinan yang terjadi di masa depan.
Misteri tentang ketidaksempurnaan penelitian terdahulu, yang akan menjadi bahan penelitian baru.
Misteri tentang imajinasi yang tak terbatas dari jutaan bongkahan isi kepala.
Bahkan, masa lalu juga meninggalkan misteri yang tak sedikit.
Tak lupa, ‘sekarang’ adalah momentum kini yang dijalankan oleh semua makhluk.
Dengan segala hiruk pikuk buana maupun sel yang mengaktifkan kehidupan, manusia menjalani waktu yang tersisa dalam hidupnya.
Setiap detik yang telah atau akan dijalani, mengandung misteri yang tak terelakkan.
Yang mungkin akan atau tidak pernah terungkap.
—
Bogor, 21 Agustus 2023