
Apakah kita mengenal satu sama lain untuk mengadu siapa yang paling malang?
Apakah kita terlalu menyedihkan untuk memiliki akhir yang bahagia?
Apakah kita terlalu paradoks untuk berada di satu jalur yang konsisten?
Apakah kita terlalu tergesa – gesa dalam menyangkal takdir yang ada?
Apakah kita terlalu munafik untuk menjalani kehidupan di dua poros?
Apakah kita terlalu hina untuk menjalani hidup yang normal?
Apakah kita terlalu gila untuk merasakan warasnya jiwa?
Apakah kita hanya menunggu sesuatu yang sebenarnya hanya ilusi belaka?
Apakah kita hanya menciptakan berbagai adegan yang akan menjadi bahagia yang getir di masa depan?
Apakah kita terlalu delusional dalam mengungkapkan hal yang tak seharusnya ada?
Apakah kita hanya saling menampung beban satu sama lain hingga akhirnya salah satu terbunuh dengan beban itu?
Apakah kita akan terus berlanjut hingga titik darah penghabisan?
Apakah kita akan tidur bersama di liang lahat yang bersebelahan?
—
Bogor, 14 September 2023