
Setiap sudut bumi meronta menyuarakan keadilan.
Terpaku, menatap mata – mata yang nanar akan penderitaan.
Menyelimuti kulit – kulit yang kedinginan di bawah matahari.
Menenangkan saraf – saraf yang mulai kehilangan fungsi yang semestinya.
Mendengarkan jeritan dari mulut – mulut yang tak berdaya untuk berbicara.
Memaniskan lidah – lidah yang sudah tak terkena makanan dalam beberapa waktu.
Menidurkan telinga – telinga yang terganggu akibat ledakan dan tangisan.
Sesungguhnya, mereka yang berbuat itu sangat paradoksikal.
Hidup di bumi, tetapi pura – pura buta dan tuli akan kebenaran yang telah, dan akan ada.
—
Bogor, 1 Juni 2024