
Begitu lugu dan naif.
Masa muda yang penuh dengan ketidaktahuan.
Mencoba merasakan apa yang belum pernah dirasakan.
Tertantang memasuki berbagai masalah yang konsekuensinya masih samar kala itu.
Menjebak diri sendiri dalam liku trauma yang tak berujung hingga menua.
Perasaan menguasai logika, mengaburkan visi masa depan.
Dan kini, Sang Dewasa, telah mati rasa dalam genggaman realita.
Menjalani hidup sesuai standar yang telah terbentuk.
Tanpa peduli, di luar sana banyak peluang – peluang yang terlewati.
Untuk menghabisi seluruh ikhlas, bagi mereka yang terpilih.
—
Bogor, 22 Juni 2024