
Langit tahu, kita sadar.
Dunia berjalan sebagaimana mestinya.
Tak ada yang berubah hingga detik ini.
Di sela – sela realita yang terkadang menghujam batin, sempat kita tertawa lepas.
Peluh dan pikiran, dikerahkan demi perut yang kenyang.
Membiayai orang terdekat sebagai balas jasa dan bentuk kasih.
Menyokong kehidupan mewah para tikus berdasi.
Memenuhi tuntutan mulut – mulut tajam tak bertulang.
Mengukir senyum asli dan palsu pada suasana sosial.
Mengarungi dilema akan masa depan yang tak pasti.
Mengutuk masa lalu yang melahirkan kini yang sibuk.
Tentu, kasur, gunung dan pantai adalah tiga hal yang menyegarkan penat.
Bagi para diri yang lelah dikejar waktu.
—
Bogor, 2 Desember 2024