
Kamu tak penting.
Mereka tak penting.
Tak cukup penting untuk dihiraukan.
Tak cukup penting untuk menghasilkan banyak cuan.
Tak cukup penting untuk menyokong hidupku.
Suara perutmu yang mengerucuk sedari subuh bukan kepentinganku.
Suara hatimu yang menjerit minta tolong bukan ranahku.
Suara pikiranmu yang berkecamuk ramai bukan urusanku.
Suara rintik hujan dalam rumahmu bukan kekhawatiranku.
Suara mulutmu yang meminjam seratus bukan kegundahanku.
Kamu mati, aku baik – baik saja.
Aku mati, kamupun baik – baik saja.
Dunia hanya akan berhenti ketika kiamat.
———
Bogor, 10 November 2025








