Laut

Biru menghampar di sepanjang pandangan.

Aroma asin menyeruak ke dalam penciuman yang mulai mati rasa.

Jernihnya menipu, seringkali mengelabui dengan menghadirkan beberapa makhluk yang menyeramkan.

Namun, tak jarang, beberapa jenis kumpulan ikan mengepakkan sirip dan membentuk formasi indah di dekat perahu.

Memainkan perbedaan kedalaman sebagai trik pertunjukan yang menakjubkan.

Disuguhi timur pagi yang menyulutkan semangat hidup.

Pun terik tengah hari yang menyengat kulit, dibersamai burung – burung camar yang melintas, menyampaikan salam dari negeri seberang dengan kicauannya.

Pula panorama senja yang mendamaikan jiwa yang lelah.

Begitupun cakrawala malam yang dipenuhi dengan rasi bintang sebagai alat navigasi.

Sayangnya, ombak tak membiarkan adegan ini berlangsung lama.

Gelombangnya membuat ciptaan darat ini terombang – ambing, terbalik dan menenggelamkan seisinya.

Kilat menyambar, dan semakin pecahlah dengan rintik hujan yang menyertainya.

Drama kian memanas di tengah dinginnya hembusan angin malam.

Siklus berulang, dan darat mulai tampak dari kejauhan.

Ada harapan, bahwa perjalanan ini akan segera berlabuh.

Namun, yang muncul hanyalah kapal besar yang sudah karam sebagian badannya.

Bogor, 18 Januari 2023

Leave a comment