Jembatan

Image source: Pixiv

Aku berjalan mengikutimu, hingga kita tiba di jembatan kayu yang sedikit rapuh.

Sungai kecil di bawahnya menjadi salah satu jalur kehidupan, jernih dan mengalir tenang.

Kita duduk di tepi jembatan, memandang langit jingga yang terlalu menakjubkan untuk dihiraukan.

Lalu, kualihkan pandanganku, mendapati aura tenang wajahmu terpancar akibat bias senja.

Senyummu yang menular, mengartikan perasaan tulus pada setiap guratan wajahmu.

Aku tahu, apa yang ingin kamu sampaikan padaku.

Dan aku tak menyangkal, bahwa hingga saat ini, adegan mimpi itulah yang paling berkesan dari dirimu.

Bogor, 12 April 2023

Leave a comment