Kita

Apakah kita mengenal satu sama lain untuk mengadu siapa yang paling malang?

Apakah kita terlalu menyedihkan untuk memiliki akhir yang bahagia?

Apakah kita terlalu paradoks untuk berada di satu jalur yang konsisten?

Apakah kita terlalu tergesa – gesa dalam menyangkal takdir yang ada?

Apakah kita terlalu munafik untuk menjalani kehidupan di dua poros?

Apakah kita terlalu hina untuk menjalani hidup yang normal?

Apakah kita terlalu gila untuk merasakan warasnya jiwa?

Apakah kita hanya menunggu sesuatu yang sebenarnya hanya ilusi belaka?

Apakah kita hanya menciptakan berbagai adegan yang akan menjadi bahagia yang getir di masa depan?

Apakah kita terlalu delusional dalam mengungkapkan hal yang tak seharusnya ada?

Apakah kita hanya saling menampung beban satu sama lain hingga akhirnya salah satu terbunuh dengan beban itu?

Apakah kita akan terus berlanjut hingga titik darah penghabisan?

Apakah kita akan tidur bersama di liang lahat yang bersebelahan?

Bogor, 14 September 2023

Jakarta

Gelapnya malam dan terangnya gedung tinggi Ibukota menghiasi akhir hari yang berangin lembut.

Sekumpulan pekerja yang sengaja pulang larut, menghibur diri melalui secangkir kopi dan tawa canda teman sejawat.

Lalu lalang kendaraan mulai menyepi di penghujung dua puluh empat jam.

Sederet komunitas beraktifitas menjelang pergantian tanggal.

Tunawisma tidur beratapkan langit di bangku – bangku taman.

Kereta terakhir menjadi batas waktu perpindahan manusia Jabodetabek.

Setiap stasiun tersinggahi dan menjadi tempat pertama dan terakhir pertemuan hari.

Berjalan menyusuri kota yang begitu hidup di tengah malam.

Menapaki kembali jejak yang pernah terukir di masa lampau.

Mereka ulang adegan manis yang terekam di memori.

Meresapi euforia rasa yang menggebu – gebu, lagi dan lagi.

Bersamanya, yang kini sedang menggenggam tanganku erat di rangkulannya.

Bogor, 29 Agustus 2023

Misteri

Lihatlah, betapa lembaran buku manapun takkan cukup untuk menceritakan semua peristiwa di semesta ini.

Buku hanyalah sebuah fiksi yang berakhir dengan misteri.

Misteri dari lapisan waktu yang telah terpatri pada kehidupan.

Misteri tentang kelanjutan cerita, atau kemungkinan yang terjadi di masa depan.

Misteri tentang ketidaksempurnaan penelitian terdahulu, yang akan menjadi bahan penelitian baru.

Misteri tentang imajinasi yang tak terbatas dari jutaan bongkahan isi kepala.

Bahkan, masa lalu juga meninggalkan misteri yang tak sedikit.

Tak lupa, ‘sekarang’ adalah momentum kini yang dijalankan oleh semua makhluk.

Dengan segala hiruk pikuk buana maupun sel yang mengaktifkan kehidupan, manusia menjalani waktu yang tersisa dalam hidupnya.

Setiap detik yang telah atau akan dijalani, mengandung misteri yang tak terelakkan.

Yang mungkin akan atau tidak pernah terungkap.

Bogor, 21 Agustus 2023

Beda

Sebuah dunia.

Dengan ukuran yang sama antara tanah dan langit.

Dengan kecepatan udara melintas di titik angka yang sama, memberi napas pada setiap makhluk yang dilewati.

Dengan sejarah yang sama, lahir para bayi di tahun yang sama.

Dengan kisah yang sama, dengan kopi pahit yang terpaksa diminum karena penasaran.

Dengan burung beo yang sama, melintas di kala senja yang cerah.

Dengan tawa yang sama, dengan taraf candaan di luar nalar yang persis sama.

Dengan orang yang sama, dengan lantunan gitar yang membuat malam menjadi penuh arti.

Dengan pertanyaan bodoh yang sama, tetapi dengan jawaban yang berbeda.

Setelah dua puluh delapan tahun, akhirnya mereka dipersatukan oleh takdir.

Dalam sebuah dunia, dengan dimensi yang berbeda.

Bogor, 11 Agustus 2023

Tawa

Tak peduli seberapa banyak warna di taman itu, tetap kelabu yang terlihat.

Tetap dengan nuansa kelam, terpaku pada sudut cakrawala yang entah di mana ujungnya.

Sudah lama tak hidup, lama sekali.

Kotak itu usang bagai benda antik yang sudah seharusnya ada di tempat sampah.

Salah?

Tidak.

Hanya saja, frekuensi itu terlalu lemah untuk menerima sinyal di sekitarnya.

Sebab semuanya sama.

Membosankan dan kaku.

Butuh sinyal yang meledak – ledak, berenergi, konstan, aneh dan berbeda, untuk mengaktifkan kembali radar yang telah lama pupus di tanah buana.

Memang, pernah lewat sepintas lalu.

Sayangnya, tak menetap, hanya memberi kejutan manis di depan pintu.

Lalu, sampai kapan semuanya harus kelabu seperti ini?

Sampai kapan tawa ini terpendam di alam bawah sadar?

Bogor, 2 Agustus 2023

Server

Terasa memalukan di hadapan jagat maya.

Ditelanjangi oleh algoritma yang dikendalikan oleh server raksasa.

Rahasia tak lagi ada dalam kamus kehidupan.

Privasi tak lagi semisterius dulu.

Perasaan campur aduk menghadapi berbagai reaksi.

Pikiran berujung terjadinya magnetifitas yang terus berebut tahta.

Drama menjadi makanan rutin tak terelakkan.

Popularitas menjadi tujuan sampingan, selain meraup lembaran kertas bank bergambarkan pahlawan.

Semua orang bisa menjelma menjadi ahli apa saja.

Aku bisa menemukanmu saat ini juga, meskipun aku tak mengenalmu sama sekali.

Tidak, tak ada yang salah.

Kamu benar.

Namun, aku juga benar, bukan?

Bogor, 28 Juli 2023

Siklus

Ego berlutut di depan cermin.

Mengabadikan setiap momen kepasrahan pada takdir yang tergores.

Malam menjadi lengang, seperti sediakala.

Berusaha untuk tidak muak atas siklus yang terus menjerat.

Menyayatkan rasa yang berulangkali membanting semangat, hingga lemah tak berdaya.

Sesungguhnya, aku tak pernah belajar.

Hanya menikmati hingga akhirnya tertampar oleh kebenaran yang pahit.

Apalagi, kali ini yang terbaik pergi.

Tak kehilangan akal begitupun asa.

Namun, sepertinya arus ini akan terus membuatku hanyut hingga akhirnya tiba di samudera yang luas.

Tak lagi mampu aku melawan.

Jadi, kugantungkan saja berbagai impianku di pinggiran sungai yang terlewati.

Hingga akhirnya hilang, tak bersisa di muara.

Bogor, 26 Juli 2023

Transformasi

Berubah menjadi ratusan kupu – kupu, berterbangan menjadi jutaan abu.

Menghilang dalam ketiadaan, mati perlahan dalam jiwa yang terlupakan.

Terurai menjadi unsur tanah, tersapu menjadi sampah.

Melebur dalam keramaian yang sunyi, menjelma dalam kesendirian yang abadi.

Hingar bingar ini semakin menjadi.

Aku gerah, aku geram.

Bogor, 4 Juli 2023

Simalingkar

Menjulang tinggi, sekolah dan rumah petak yang tersusun di atas tanah Perumnas, kuabadikan sebagai memori yang menetap.

Jalanan lebar yang penuh dengan bebatuan, mobil – mobil yang besar, kusemayamkan sebagai ingatan yang terpatri.

Sungai yang lebar, jernih dan asri, kuanggap sebagai kenangan tak terlupakan.

Orang – orang dewasa yang tinggi, gemuk, dan juga gagah, kuterima sebagai wujud masalalu.

Teman – teman yang lalu lalang di hadapan diriku, kuakui sebagai euforia nostalgia.

Lalu, perlahan, bangunan di sana terasa kecil dan sesak.

Jalanan terasa sempit, mobilpun tak sebesar dulu.

Sungai terasa kering.

Orang dewasa juga terasa tua dan ringkih.

Teman – teman terasa berbeda, realistis dan selektif.

Aku sadar, detik telah menggantikan masa.

Akulah yang saat ini dipandang oleh anak – anak sebagai orang yang tinggi, besar dan kuat.

Dengan berlalunya enambelas tahun, tempat itu sedikit berubah.

Begitupun aku, yang tak bisa kabur dari gerusan waktu.

Bogor, 11 Juni 2023

Pertanyaan

Biarkan aku memandang putihnya salju yang menutupi suatu distrik.

Biarkan aku mengembara ke gurun tak bernama.

Biarkan aku menelusuri jejak yang tercetak di tanah hutan belantara.

Biarkan aku menghirup aroma bunga – bunga yang tertanam pada kebun antah berantah.

Biarkan aku menjelajahi salah satu galaksi di jagat raya ini.

Biarkan aku berbicara pada bintang – bintang.

Biarkan aku berpetualang mendulang emas di antara piramida.

Biarkan aku terbenam dalam asinnya air laut sejenak.

Biarkan aku berteriak memanggil suatu nama di kerajaan awan.

Aku mencari, dan terus mencari.

Suatu rasa, yang asing dan membelengguku.

Suatu penjelasan, atas berbagai pertanyaanku.

Suatu hari, yang aku takkan lagi bertanya, mengapa dan mengapa.

Suatu tempat, yang bisa menjadi rumah bagiku.

Dan suatu hal, tempatku membuang semua gejolak emosi.

Jadi…

Apa? Bagaimana? Mengapa? Di mana? Siapa?

Bogor, 9 Juni 2023