Siklus

Ego berlutut di depan cermin.

Mengabadikan setiap momen kepasrahan pada takdir yang tergores.

Malam menjadi lengang, seperti sediakala.

Berusaha untuk tidak muak atas siklus yang terus menjerat.

Menyayatkan rasa yang berulangkali membanting semangat, hingga lemah tak berdaya.

Sesungguhnya, aku tak pernah belajar.

Hanya menikmati hingga akhirnya tertampar oleh kebenaran yang pahit.

Apalagi, kali ini yang terbaik pergi.

Tak kehilangan akal begitupun asa.

Namun, sepertinya arus ini akan terus membuatku hanyut hingga akhirnya tiba di samudera yang luas.

Tak lagi mampu aku melawan.

Jadi, kugantungkan saja berbagai impianku di pinggiran sungai yang terlewati.

Hingga akhirnya hilang, tak bersisa di muara.

Bogor, 26 Juli 2023

Transformasi

Berubah menjadi ratusan kupu – kupu, berterbangan menjadi jutaan abu.

Menghilang dalam ketiadaan, mati perlahan dalam jiwa yang terlupakan.

Terurai menjadi unsur tanah, tersapu menjadi sampah.

Melebur dalam keramaian yang sunyi, menjelma dalam kesendirian yang abadi.

Hingar bingar ini semakin menjadi.

Aku gerah, aku geram.

Bogor, 4 Juli 2023

Simalingkar

Menjulang tinggi, sekolah dan rumah petak yang tersusun di atas tanah Perumnas, kuabadikan sebagai memori yang menetap.

Jalanan lebar yang penuh dengan bebatuan, mobil – mobil yang besar, kusemayamkan sebagai ingatan yang terpatri.

Sungai yang lebar, jernih dan asri, kuanggap sebagai kenangan tak terlupakan.

Orang – orang dewasa yang tinggi, gemuk, dan juga gagah, kuterima sebagai wujud masalalu.

Teman – teman yang lalu lalang di hadapan diriku, kuakui sebagai euforia nostalgia.

Lalu, perlahan, bangunan di sana terasa kecil dan sesak.

Jalanan terasa sempit, mobilpun tak sebesar dulu.

Sungai terasa kering.

Orang dewasa juga terasa tua dan ringkih.

Teman – teman terasa berbeda, realistis dan selektif.

Aku sadar, detik telah menggantikan masa.

Akulah yang saat ini dipandang oleh anak – anak sebagai orang yang tinggi, besar dan kuat.

Dengan berlalunya enambelas tahun, tempat itu sedikit berubah.

Begitupun aku, yang tak bisa kabur dari gerusan waktu.

Bogor, 11 Juni 2023

Pertanyaan

Biarkan aku memandang putihnya salju yang menutupi suatu distrik.

Biarkan aku mengembara ke gurun tak bernama.

Biarkan aku menelusuri jejak yang tercetak di tanah hutan belantara.

Biarkan aku menghirup aroma bunga – bunga yang tertanam pada kebun antah berantah.

Biarkan aku menjelajahi salah satu galaksi di jagat raya ini.

Biarkan aku berbicara pada bintang – bintang.

Biarkan aku berpetualang mendulang emas di antara piramida.

Biarkan aku terbenam dalam asinnya air laut sejenak.

Biarkan aku berteriak memanggil suatu nama di kerajaan awan.

Aku mencari, dan terus mencari.

Suatu rasa, yang asing dan membelengguku.

Suatu penjelasan, atas berbagai pertanyaanku.

Suatu hari, yang aku takkan lagi bertanya, mengapa dan mengapa.

Suatu tempat, yang bisa menjadi rumah bagiku.

Dan suatu hal, tempatku membuang semua gejolak emosi.

Jadi…

Apa? Bagaimana? Mengapa? Di mana? Siapa?

Bogor, 9 Juni 2023

Harmonis

Mungkin, seseorang hanya ditakdirkan untuk memiliki sahabat sejati.

Mungkin, seseorang hanya ditakdirkan untuk memiliki cinta yang abadi.

Mungkin, seseorang hanya ditakdirkan untuk memiliki orangtua yang tulus menyayangi.

Mungkin, seseorang hanya ditakdirkan untuk memiliki anak yang berbakti.

Mungkin, seseorang hanya ditakdirkan untuk memiliki saudara kandung yang bersolidaritas tinggi.

Atau, mungkin saja, seseorang hanya ditakdirkan untuk memiliki dirinya sendiri yang berani.

Aku baru sadar, bahwa gabungan semua hubungan yang harmonis itu hanya ditakdirkan untuk orang – orang tertentu saja.

Bahwa mungkin, beberapa hubungan harmonis tadi, masih ditujukan pada segelintir orang saja.

Dan bukan tak mungkin, beberapa manusia hanya memiliki satu hubungan harmonis saja.

Memiliki semua bukan berarti sempurna, meskipun beruntung, bisa jadi artinya butuh penopang hidup yang banyak untuk berdiri tegak.

Hanya memiliki satu bukan berarti sampah, tak perlu berkecil hati, bisa jadi satu tetapi terlalu kokoh untuk dihempaskan oleh badai kehidupan.

Bogor, 23 April 2023

Jembatan

Image source: Pixiv

Aku berjalan mengikutimu, hingga kita tiba di jembatan kayu yang sedikit rapuh.

Sungai kecil di bawahnya menjadi salah satu jalur kehidupan, jernih dan mengalir tenang.

Kita duduk di tepi jembatan, memandang langit jingga yang terlalu menakjubkan untuk dihiraukan.

Lalu, kualihkan pandanganku, mendapati aura tenang wajahmu terpancar akibat bias senja.

Senyummu yang menular, mengartikan perasaan tulus pada setiap guratan wajahmu.

Aku tahu, apa yang ingin kamu sampaikan padaku.

Dan aku tak menyangkal, bahwa hingga saat ini, adegan mimpi itulah yang paling berkesan dari dirimu.

Bogor, 12 April 2023

Dansa

Dengan gaun indah, aku persembahkan tarian yang mendayu untukmu, yang tengah duduk di kursi tua itu.

Dengan sepatu pantofel yang berkilau, kamu bangkit dan menghentakkan kekuatanmu untuk menopang diriku agar aku tak terjatuh.

Bersama, menggerakkan seluruh tubuh mengiringi musik klasik di ruangan megah ini.

Memberikan sebuah pertunjukan menakjubkan pada kehampaan yang telah menunggu.

Meresapi setiap resonansi pada tuts piano yang dilantunkan, dan tak sadar air mata terjatuh perlahan.

Jika memang ini adalah dansa terakhir kita, aku akan merekam setiap jejak tubuhku bersamamu saat ini, di tempat ini.

Agar aku tak lupa, bahwa aku pernah merasa sangat bahagia… denganmu.

Bogor, 22 Februari 2023

Hidup dan Mati

Aku berdiri di atas banyak kesalahan.

Memuja hal yang seharusnya tak kupikirkan sedetikpun.

Mati rasa pada hal yang seharusnya aku pelihara.

Berbagai paradoksikal rasa yang aku sendiri lelah menjalaninya.

Mimpi – mimpi malamkupun merupakan pelarian atas rumitnya jalan pikiranku.

Aku sakit, hanya saja aku masih bisa tidur nyenyak akibat kelelahan.

Aku sakit, hanya saja aku masih bisa makan dua kali sehari.

Sesehat itu fisikku untuk pikiran – pikiran yang membunuhku.

Bagaimana lagi aku harus mengenyahkan gundah yang perlahan mematikanku?

Bagaimana lagi aku harus menghidupkan rasa yang seharusnya tumbuh subur saat ini?

Aku hidup dan mati, di tempat yang tak seharusnya.

Namun, aku tak berdaya untuk menukarnya.

Seakan – akan, aku harus hidup dengan ini dalam waktu yang lama.

Aku lelah.

Aku lelah.

Bogor, 17 Februari 2023

Surga

Jika surga itu abadi, seperti apa keabadian itu?

Seperti apa rasanya tak pernah lagi merasakan sakit?

Seperti apa rasanya tak pernah lagi merasakan kelelahan?

Seperti apa rasanya tak pernah lagi merasakan sedih dan kecewa?

Seperti apa rasanya tak pernah lagi merasakan bosan?

Seperti apa rasanya perasaan bahagia yang konstan itu?

Seperti apa rasanya kenikmatan yang tak pernah berhenti mengalir?

Seperti apa rasanya dikelilingi suasana alam yang jauh lebih indah daripada dunia?

Apakah surga itu nyata?

Ataukah mungkin surga hanya sekedar khayalan belaka?

Apakah aku bisa ke sana?

Kapan aku bisa ke sana?

Ataukah aku harus ke neraka dulu untuk membasuh semua dosaku sebelum memasuki surga yang suci itu?

Bogor, 17 Februari 2023

Laut

Biru menghampar di sepanjang pandangan.

Aroma asin menyeruak ke dalam penciuman yang mulai mati rasa.

Jernihnya menipu, seringkali mengelabui dengan menghadirkan beberapa makhluk yang menyeramkan.

Namun, tak jarang, beberapa jenis kumpulan ikan mengepakkan sirip dan membentuk formasi indah di dekat perahu.

Memainkan perbedaan kedalaman sebagai trik pertunjukan yang menakjubkan.

Disuguhi timur pagi yang menyulutkan semangat hidup.

Pun terik tengah hari yang menyengat kulit, dibersamai burung – burung camar yang melintas, menyampaikan salam dari negeri seberang dengan kicauannya.

Pula panorama senja yang mendamaikan jiwa yang lelah.

Begitupun cakrawala malam yang dipenuhi dengan rasi bintang sebagai alat navigasi.

Sayangnya, ombak tak membiarkan adegan ini berlangsung lama.

Gelombangnya membuat ciptaan darat ini terombang – ambing, terbalik dan menenggelamkan seisinya.

Kilat menyambar, dan semakin pecahlah dengan rintik hujan yang menyertainya.

Drama kian memanas di tengah dinginnya hembusan angin malam.

Siklus berulang, dan darat mulai tampak dari kejauhan.

Ada harapan, bahwa perjalanan ini akan segera berlabuh.

Namun, yang muncul hanyalah kapal besar yang sudah karam sebagian badannya.

Bogor, 18 Januari 2023